| Mitra MUI | Peran Sinergis |
|---|---|
| Kepala Desa & Camat | Koordinasi program pembinaan moral di tingkat bawah |
| Babinsa & Bhabinkamtibmas | Pengawasan dan deteksi dini potensi konflik sosial |
| Kemenag & Baznas | Penguatan dakwah dan pengelolaan zakat |
| Forkopimda | Pengambilan kebijakan yang berpihak pada umat |
Ketua MUI Garut: Legalitas Jadi Daya Dorong Kinerja Nyata
Ketua Umum MUI Kabupaten Garut, Rd. Amin Muhyiddin Maolani, menegaskan bahwa momentum pengukuhan ini bukan sekadar legitimasi administratif, melainkan energi baru untuk meningkatkan kinerja organisasi.
“Tentunya kita berharap kepada pengurus komisi MUI yang baru, legalitas ini menjadi daya dorong kinerja nyata atas apa yang bisa dilaksanakan oleh kita,” tegas Rd. Amin.
Ia kembali mengingatkan tiga peran strategis MUI:
| Peran MUI | Makna |
|---|---|
| Khadimul Ummah | Pelayan umat, hadir untuk menjawab persoalan keagamaan masyarakat |
| Shodiqul Hukumah | Mitra strategis pemerintah, memberikan nasihat dan fatwa |
| Himayatul Ummah | Pelindung umat, agar tidak terkecoh oleh isu-isu menyesatkan |
“MUI memiliki tanggung jawab agar masyarakat tidak terkecoh oleh isu-isu yang menyesatkan, baik dalam urusan agama maupun masalah sosial lainnya,” ujarnya.
Toleransi sebagai Perwujudan Islam Rahmatan Lil Alamin
Rd. Amin juga menggarisbawahi pentingnya toleransi sebagai perwujudan agama yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam). Ia mengajak seluruh pengurus untuk bersatu padu dalam keselarasan demi mencapai tujuan bersama.
“Semoga pengukuhan ini menjadi tambahan untuk jalan dan ruang berbakti kita terhadap Allah SWT, dengan memberikan manfaat lebih terhadap orang lain atau saudara kita,” tutupnya.
Penutup: Ulama dan Umara, Dua Sayap yang Tak Bisa Terpisah
Dengan terlaksananya Mukerda dan pengukuhan pengurus komisi MUI periode 2025-2030, diharapkan sinergi antara pemerintah dan ulama semakin kokoh. Di tengah badai informasi yang kadang membingungkan, kehadiran MUI menjadi penyejuk dan penuntun bagi masyarakat Garut. (**)