Agus menambahkan, kegiatan monitoring ini juga menjadi ruang evaluasi untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan. Menurutnya, komunikasi dua arah antara pengelola program dan masyarakat sangat penting agar kualitas layanan dapat terus diperbaiki.
| Kendala Umum | Solusi |
|---|---|
| Menu kurang variatif | Melibatkan ahli gizi dan survei selera penerima manfaat |
| Distribusi terhambat | Optimalisasi rute dan koordinasi dengan mitra |
| Keluhan masyarakat tidak tertampung | Menyediakan saluran pengaduan yang mudah diakses |
Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Keberhasilan MBG
Diskominfo Kabupaten Garut, lanjut Agus, akan terus mendorong inovasi, transparansi, serta kolaborasi lintas sektor demi mendukung keberhasilan program MBG. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan potensi lokal di Kabupaten Garut.
Beberapa langkah yang akan terus didorong:
✅ Pendataan digital penerima manfaat untuk akurasi sasaran
✅ Pelaporan real-time distribusi dan konsumsi MBG
✅ Sosialisasi program melalui kanal komunikasi publik Diskominfo
✅ Kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perdagangan untuk rantai pasok bahan baku
Monitoring yang dilakukan Diskominfo Garut di SPPG Sukajaya menjadi bukti bahwa evaluasi berkelanjutan adalah kunci sukses program MBG. Dengan mengedepankan pangan lokal, profesionalisme pengelola, serta responsivitas terhadap aspirasi masyarakat, MBG tidak hanya akan meningkatkan status gizi penerima manfaat, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan di tingkat tapak. (**)