"Angkot akan kita dorong beralih ke sistem listrik. Ini bagian dari transformasi transportasi yang ramah lingkungan," ungkap Farhan.
Langkah ini sejalan dengan komitmen global untuk mengurangi emisi karbon dan mendukung terciptanya udara yang lebih sehat di Kota Bandung.
| Aspek Transportasi | Target Transformasi |
|---|---|
| BRT | Modern, terintegrasi, dukungan Kemenhub |
| Angkot | Beralih ke kendaraan listrik (EV) |
| Jalan | Perbaikan hampir seluruh ruas |
Perbaikan Infrastruktur Jalan
Di sisi lain, pemerintah kota juga akan menggenjot perbaikan infrastruktur jalan sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan mobilitas warga. Wali Kota mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program tersebut, namun optimistis dapat diselesaikan secara bertahap.
"Kita sadar ada banyak tantangan, tetapi yang penting pekerjaan berjalan dan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," tambahnya.
Perbaikan jalan akan difokuskan pada ruas-ruas yang rusak dan menjadi prioritas berdasarkan keluhan masyarakat serta hasil evaluasi teknis.
Target: Meningkatkan Kepuasan Masyarakat
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Bandung berharap dapat meningkatkan kualitas layanan transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui konektivitas yang lebih baik. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang dalam mewujudkan sistem transportasi yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan di Kota Bandung.
"Kita akan terus bekerja keras agar masyarakat benar-benar merasakan perubahannya," pungkas Farhan.
Tahun 2026 menjadi tahun penting bagi pembangunan infrastruktur di Kota Bandung. Dengan fokus pada BRT, angkot listrik, dan perbaikan jalan, Pemkot Bandung optimistis dapat meningkatkan kualitas hidup warga dan menciptakan sistem transportasi yang lebih baik untuk masa depan. (**)