Dua Predator Seksual Kolonial yang Menghina Diponegoro
Belum selesai. Muncul dua nama berbahaya yaitu, Pierre Frederic Henri Chevallier dan Johannes Godlieb Dietree. Keduanya memiliki reputasi luar biasa dalam arti negatif, mereka dikenal sebagai predator seksual yang meniduri banyak perempuan pribumi, termasuk selir Pangeran Diponegoro.
Saat Diponegoro mengetahui salah satu selirnya digoda Chevallier, ia menolaknya kembali ke kediaman.
Chevallier justru makin menjadi-jadi.
Ucapan yang terabadikan dalam catatan sejarah:
“Saya bebas melakukan apa pun terhadap perempuan pribumi.”
Lalu ia memukul kepala Diponegoro. Insiden yang menghina martabat bangsawan Jawa itu ikut memicu perang besar selama lima tahun.
Zaman kolonial atau zaman now, ternyata oknum pejabat yang merasa “bebas melakukan apa saja” itu selalu ada.
Baca Juga : Purwakarta Nge-Glow Up Bareng HARPI Rias Pengantin Jadi Ajang Unjuk Skill, Bukan Cuma Urusan Bedak Tebal
Yogyakarta Dulu: Surga Skandal, Minim Pengawasan
Jarak Jawa–Belanda yang ribuan kilometer memberi pejabat kolonial ruang sempurna untuk berbuat semaunya, tidak ada istri sah yang tiba-tiba muncul tidak ada CCTV moral.