ragam

Dilirik Kemenko IPK, Lahan Warga Batununggal Berpotensi Jadi RTH Produktif dan Sentra Urban Farming Terpadu di Bandung

Kamis, 5 Maret 2026 | 04:04 WIB



Produk yang dihasilkan dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan digunakan sebagai bahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita.





“Dengan adanya Buruan Sae ini, hasilnya langsung dirasakan masyarakat. Dikelola warga dan dimanfaatkan untuk kebutuhan gizi anak-anak,” kata Latief.





Model ini dinilai efektif karena mengintegrasikan ketahanan pangan lokal dengan intervensi gizi masyarakat berbasis komunitas.





Berpotensi Dibeli Pemerintah untuk RTH Produktif





Menurut Latief, Wali Kota Bandung terlihat tertarik dengan potensi pengembangan lahan tersebut. Ke depan, opsi pembelian lahan oleh pemerintah terbuka, baik melalui Kementerian maupun Pemerintah Kota Bandung.





Namun demikian, keputusan terkait status pembelian lahan masih menunggu koordinasi lebih lanjut.





“Apakah lahan ini jadi dibeli atau tidak, masih akan dikoordinasikan,” jelasnya.





Jika terealisasi, lahan ini berpotensi dikembangkan menjadi RTH produktif—yakni ruang terbuka hijau yang tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota untuk meningkatkan kualitas udara, tetapi juga tetap mempertahankan konsep urban farming berbasis pemberdayaan masyarakat.





Solusi Perluasan RTH dan Ketahanan Pangan Kota Bandung





Pengembangan RTH produktif di Batununggal dinilai sejalan dengan kebutuhan Kota Bandung dalam memperluas ruang terbuka hijau, sekaligus mendorong ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi warga.

Halaman:

Tags

Terkini