ragam

Bongkar Dugaan Korupsi Pelindo, Pensiunan PT JICT Tewas Penuh Kejanggalan

Kamis, 5 Maret 2026 | 17:17 WIB


Ermanto Usman bukan korban perampokan biasa. Ia adalah aktivis pelabuhan yang konsisten membongkar kasus dugaan korupsi JICT dan Pelindo hingga triliunan rupiah. Rekan seperjuangan, Rieke Diah Pitaloka, ungkap fakta mengejutkan: korban sempat minta maaf ke keluarga sebulan sebelum tewas.





[Locusonline.co] BEKASI – Sosok Ermanto Usman (65) yang tewas secara tragis di rumahnya kawasan Jatibening, Bekasi, pada Senin (2/3/2026), perlahan namun pasti mulai terungkap. Ia bukan sekadar pensiunan biasa. Di balik kesehariannya sebagai warga Perumahan Prima Lingkar Asri, tersimpan jejak panjang perjuangan melawan korupsi di sektor pelabuhan nasional.





Ermanto adalah pensiunan karyawan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) , anak perusahaan Pelindo. Namun, jauh setelah masa purnabakti, semangat juangnya tak pernah padam. Ia tetap vokal mengawal kasus-kasus dugaan korupsi yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.





Aktivis Pelabuhan yang Konsisten Bongkar Korupsi





Anggota DPR RI Komisi XIII sekaligus Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), Rieke Diah Pitaloka, mengungkapkan bahwa Ermanto adalah salah satu sosok kunci dalam perjuangan membongkar dugaan korupsi besar di sektor pelabuhan beberapa tahun lalu.





"Pak Ermanto ini adalah dulu karyawan JICT yang sempat di-PHK, begitu, dalam kaitan kasus dugaan korupsi yang melibatkan RJ Lino. Dan kemudian dibentuklah Pansus di DPR, kebetulan saya sebagai Ketua Pansus Pelindo-nya dengan kerugian negara mencapai triliunan rupiah," ujar Rieke di rumah duka, Rabu (4/3/2026).





Bahkan jika menggunakan penilaian future values, Rieke menyebut kerugian negara bisa mencapai puluhan triliun rupiah.





Semasa hidupnya, Ermanto aktif dalam Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI) di bawah naungan KRPI. Ia adalah rekan seperjuangan yang konsisten mengawal kasus kerugian negara di Pelindo.


Halaman:

Tags

Terkini