Tidak Berhenti: Membongkar Kasus yang "Dipetieskan"
Meski sudah tidak lagi bekerja di JICT, dedikasi Ermanto terhadap pemberantasan korupsi tidak pernah luntur. Rieke mengungkapkan bahwa belakangan ini almarhum sedang berupaya membongkar kembali kasus-kasus lama yang dianggap sengaja dihentikan atau 'dipetieskan'.
"Sampai terakhirnya saya yakin Pak Ermanto terus memperjuangkan agar dibukanya kasus yang terindikasi dipetieskan. Kasus korupsi di pelabuhan yang terindikasi dipetieskan," tegas Rieke.
Sekitar satu bulan sebelum tutup usia, Ermanto diketahui sempat tampil di sebuah podcast untuk menyuarakan kembali isu korupsi global bond dan proyek Kalibaru yang merugikan negara.
Firasat Sebelum Meninggal: Minta Maaf ke Keluarga
Kepergian Ermanto menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi keluarga. Rieke membeberkan fakta mencengangkan: almarhum seolah sudah merasakan adanya ancaman. Sejak Februari lalu, ia disebut sering meminta maaf kepada keluarga.
"Ada chat yang cukup panjang bahwa bulan Februari kemarin ayahnya minta maaf tolong diikhlaskan apa segala. Bahwa ya ada indikasi-indikasi, saya nggak tahu ada indikasi-indikasi tapi yang jelas ayahnya pernah berpesan sama anak-anaknya 'kalau ada apa-apa sama Bapak hubungi Bu Rieke'," katanya.
Pesan terakhir ini kini menjadi petunjuk penting bahwa Ermanto mungkin menyadari risiko dari perjuangannya.
Bukan Perampokan Biasa: Kejanggalan di TKP
Rieke menyoroti fakta di TKP yang menguatkan dugaan bahwa ini bukan perampokan biasa. Tidak ada barang berharga milik korban yang hilang, termasuk perhiasan yang ada di kamar maupun yang sedang dikenakan istrinya.
Pelaku disebut hanya membawa: