- Telepon genggam (handphone)
- Dompet
- Dua kunci mobil korban
"Ini bukan perampokan karena tidak ada barang yang hilang kecuali kunci mobil, dompet, dan handphone. Jadi saya kira perlu ada kajian dan investigasi yang lebih luas, lebih tajam dari pihak kepolisian," ucap Rieke.
Kondisi korban saat ditemukan pun disebut sangat tragis, dengan luka tusuk dan hantaman benda tumpul di kepala.
Tuntutan: Bukan Hanya Eksekutor, Tapi Otak Pembunuhan
Rieke mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya. Ia menegaskan bahwa pengusutan tidak boleh berhenti pada eksekutor lapangan.
"Kami berharap ada penegakan hukum segera diambil. Tentu saja bukan hanya eksekutor lapangan tapi otak di balik indikasi pembunuhan ini," tegasnya.
Istri Kritis, Keluarga Minta Perlindungan LPSK
Saat ini, istri Ermanto, Pasmilawati (60) , masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ia menjadi saksi kunci sekaligus korban selamat dari peristiwa sadis tersebut.
Rieke berencana meminta perlindungan resmi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk keluarga almarhum. Langkah ini dianggap penting mengingat besarnya risiko dan kompleksitas kasus yang menjerat Ermanto.
Data dan Fakta Singkat
| Item | Keterangan |
|---|---|
| Nama korban | Ermanto Usman (65) |
| Pekerjaan | Pensiunan JICT, aktivis FPPI-KRPI |
| Lokasi kejadian | Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Bekasi |
| Tanggal kejadian | Senin, 2 Maret 2026 |
| Kondisi istri | Pasmilawati (60) – kritis, dirawat di RS |
| Aktivitas terakhir | Vokal di podcast bongkar korupsi global bond & proyek Kalibaru |
| Kasus yang dibongkar | Dugaan korupsi JICT, Pelindo, RJ Lino (kerugian triliunan) |
| Firasat | Minta maaf ke keluarga sejak Februari 2026 |
| Barang hilang | HP, dompet, 2 kunci mobil (janggal: perhiasan utuh) |
| Tuntutan keluarga | Usut tuntas, cari otak pembunuhan |
| Rencana perlindungan | LPSK untuk keluarga korban |
Kepergian Ermanto Usman bukan sekadar kehilangan seorang ayah dan suami, tetapi juga kehilangan seorang pejuang antikorupsi yang tak kenal lelah. Di tengah duka yang mendalam, keluarga dan rekan seperjuangan menuntut keadilan. Bukan hanya untuk Ermanto, tetapi untuk seluruh pekerja Indonesia yang memperjuangkan kebenaran. (**)