"Salah satu tantangan utama adalah belum optimalnya fungsi partai dalam kaderisasi dan rekrutmen kepemimpinan," katanya.
Dalam teori, partai politik adalah pilar demokrasi. Namun dalam praktik, tak jarang justru menjadi titik lemah yang membuat demokrasi berjalan terseok.
Alih-alih menjadi jembatan antara rakyat dan negara, partai kerap terjebak dalam logika jangka pendek, menang hari ini, urusan besok belakangan.
Pernyataan Bamsoet seolah menjadi pengingat: tanpa pembenahan serius, demokrasi Indonesia bisa tetap berdiri, tetapi seperti bangunan tua yang retaknya makin banyak, hanya belum runtuh.*****
Artikel Terkait
Demokrasi Mahal, Integritas Jadi Korban Diskon: Data KPK Ungkap Kader Partai Paling Dominan dalam Kasus Korupsi
Usulan Yusril Picu Debat, Partai Kecil Diminta ‘Naik Kelas atau Gabung Klub’
Kepemimpinan Perempuan di Indonesia Terhambat Patriarki, Kuota 30 Persen Masih Jadi Pajangan Demokrasi
7 Alasan Mobil SUV Layak Jadi Pilihan Utama Keluarga
Ketua Umum PDIP komentari Politik dan Hukum Indonesia Terlihat Sibuk, Tapi Masih Mencari Arah
Pemilu 2029 Belum Dekat Parpol Mulai Pemanasan, Rakyat Masih Menunggu Pemanasan Ekonomi
Gara-Gara Artis Titi Kamal dan Irfan Hakim Warga Garut Kuras Tabungannya Untuk Bisnis Monstera Variegata
EA Sports Bagikan Kode Redeem FC Mobile Terbaru: Paket Pemain OVR 115 dan Jutaan Koin Gratis!
Demokrasi Versi Take Down : Amien Rais Bicara Kebebasan, Pemerintah Bicara Tombol Hapus
Demokrasi Indonesia Berjalan di Tempat: Pemilu Rutin Digelar, Arah Politik Masih Muter di Sini-Sini Aja