LOCUSonline, JAKARTA - Mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan mulai memanaskan kembali mesin politiknya lewat agenda safari ke sejumlah daerah di Indonesia. Setelah sempat lebih sering menghilang dari sorotan publik pasca lengser pada Oktober 2024, kini Jokowi disebut siap kembali turun menyapa masyarakat, terutama di kawasan Indonesia timur.
Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal ProJo, Freddy Alex Damanik, usai pertemuan antara Jokowi dan Ketua ProJo Budi Arie Setiadi di Jakarta pada 1 Mei 2026.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri sejumlah petinggi relawan itu, Jokowi disebut mengabarkan kondisi kesehatannya sudah jauh membaik.
"Pak Jokowi memberi tahu kami bahwa kondisi kesehatannya telah pulih hingga 99 persen," ujar Freddy.
Kalimat 99 persen itu pun langsung terdengar seperti update baterai ponsel, tinggal menunggu satu persen lagi sebelum kembali aktif penuh di panggung politik nasional.
Baca Juga: Heboh Bupati Jalin Hubungan Terlarang: Ketika Drama Politik Diduga Berawal dari Luka Pribadi
Menurut Freddy, safari politik tersebut rencananya dimulai pada Juni 2026. Meski titik awal kunjungan belum dipastikan, wilayah Indonesia timur disebut menjadi kandidat terkuat.
Sejumlah tokoh masyarakat dan relawan di berbagai daerah dikabarkan sudah mengirim undangan agar Jokowi datang langsung menemui warga.
"Pak Jokowi masih mempelajari usulan-usulan tersebut, tetapi kemungkinan besar kunjungan pertama akan dilakukan di Indonesia bagian timur," katanya.
Dalam agenda itu, Jokowi diperkirakan akan didampingi jaringan relawan ProJo di setiap daerah. Sementara soal kemungkinan ditemani keluarga seperti mantan Ibu Negara Iriana Widodo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, atau Ketua PSI Kaesang Pangarep, Freddy menyebut semuanya masih fleksibel.
"Biasanya, ketika beliau menemui komunitas akar rumput, lebih sering ditemani relawan," ujarnya.
Meski tak lagi menjabat presiden, pola tur politik Jokowi tampaknya masih sama, rakyat tetap jadi panggung utama, relawan tetap jadi barisan depan.
Baca Juga: Demokrasi Pancasila Butuh Servis Besar, Bambang Soesatyo Soroti Partai Politik yang Masih Sering Mogok di Tengah Jalan
Freddy mengakui safari ini bukan sekadar perjalanan nostalgia. Ada misi menjaga kedekatan emosional Jokowi dengan masyarakat agar pengaruh politiknya tetap terasa di ruang publik.
"Dalam politik Indonesia, kedekatan emosional sering kali lebih kuat daripada posisi formal," kata Freddy.
Pernyataan itu seolah menjadi pengingat bahwa di Indonesia, jabatan memang bisa selesai lima tahunan, tetapi pengaruh politik kadang punya masa berlaku jauh lebih panjang.
Menurut ProJo, Jokowi juga ingin terus menjalin komunikasi dengan kepala daerah, pelaku usaha, hingga komunitas akar rumput. Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa mantan wali kota Solo tersebut belum sepenuhnya ingin keluar dari orbit politik nasional.
Artikel Terkait
"Shut Up KDM" di GBLA Saat Tribun Bicara, Politik Diminta Turun dari Lapangan Persib
Gen Z Menjauh dari Politik? Saat Panggung Demokrasi Terlalu Kaku, Konsep “SENI” Ditawarkan agar Tak Sepi Penonton
Perempuan di Politik Masih Kerja Lembur Tanpa Deadline, Nurul Arifin Sebut PR Kesetaraan Belum Tamat
Demokrasi Pancasila Butuh Servis Besar, Bambang Soesatyo Soroti Partai Politik yang Masih Sering Mogok di Tengah Jalan
Program MBG Disebut Bukan Alat Politik 2029 Katanya!, Amran Sulaiman: Anak Balita Belum Bisa Nyoblos Jadi Aman dari Kampanye
Drama Ade Armando dan Dilema PSI antara Kebebasan Kritik vs Stabilitas Politik
Prabowo dan Sindiran ke “Orang Pintar”: Politik Anti-Elit Makin Laku, Akademisi Jadi Sasaran Guyonan
RUU Pemilu Kembali Digodok: Partai Kecil Menolak Suara Rakyat Dibuang, Elite Besar Jangan Main Borong Demokrasi
Bamsoet Soroti Polarisasi Politik Indonesia: Rakyat Terbelah, Hukum Dipertanyakan, DPR Malah Diminta Dibubarkan
Heboh Bupati Jalin Hubungan Terlarang: Ketika Drama Politik Diduga Berawal dari Luka Pribadi