"Salah satu tantangan utama adalah belum optimalnya fungsi partai dalam kaderisasi dan rekrutmen kepemimpinan," katanya.
Dalam teori, partai politik adalah pilar demokrasi. Namun dalam praktik, tak jarang justru menjadi titik lemah yang membuat demokrasi berjalan terseok.
Alih-alih menjadi jembatan antara rakyat dan negara, partai kerap terjebak dalam logika jangka pendek, menang hari ini, urusan besok belakangan.
Pernyataan Bamsoet seolah menjadi pengingat: tanpa pembenahan serius, demokrasi Indonesia bisa tetap berdiri, tetapi seperti bangunan tua yang retaknya makin banyak, hanya belum runtuh.*****