politik

Jokowi Siap Safari Politik Lagi, Relawan Sebut Kesehatan Sudah 99 Persen dan Pengaruh Belum Mau Pensiun

Jumat, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB
Foto Istimewa (Joko Widodo (Facebook/Joko Widodo))

LOCUSonline, JAKARTA - Mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan mulai memanaskan kembali mesin politiknya lewat agenda safari ke sejumlah daerah di Indonesia. Setelah sempat lebih sering menghilang dari sorotan publik pasca lengser pada Oktober 2024, kini Jokowi disebut siap kembali turun menyapa masyarakat, terutama di kawasan Indonesia timur.

Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal ProJo, Freddy Alex Damanik, usai pertemuan antara Jokowi dan Ketua ProJo Budi Arie Setiadi di Jakarta pada 1 Mei 2026.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri sejumlah petinggi relawan itu, Jokowi disebut mengabarkan kondisi kesehatannya sudah jauh membaik.

"Pak Jokowi memberi tahu kami bahwa kondisi kesehatannya telah pulih hingga 99 persen," ujar Freddy.

Kalimat 99 persen itu pun langsung terdengar seperti update baterai ponsel, tinggal menunggu satu persen lagi sebelum kembali aktif penuh di panggung politik nasional.

Baca Juga: Heboh Bupati Jalin Hubungan Terlarang: Ketika Drama Politik Diduga Berawal dari Luka Pribadi

Menurut Freddy, safari politik tersebut rencananya dimulai pada Juni 2026. Meski titik awal kunjungan belum dipastikan, wilayah Indonesia timur disebut menjadi kandidat terkuat.

Sejumlah tokoh masyarakat dan relawan di berbagai daerah dikabarkan sudah mengirim undangan agar Jokowi datang langsung menemui warga.

"Pak Jokowi masih mempelajari usulan-usulan tersebut, tetapi kemungkinan besar kunjungan pertama akan dilakukan di Indonesia bagian timur," katanya.

Dalam agenda itu, Jokowi diperkirakan akan didampingi jaringan relawan ProJo di setiap daerah. Sementara soal kemungkinan ditemani keluarga seperti mantan Ibu Negara Iriana Widodo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, atau Ketua PSI Kaesang Pangarep, Freddy menyebut semuanya masih fleksibel.

"Biasanya, ketika beliau menemui komunitas akar rumput, lebih sering ditemani relawan," ujarnya.

Meski tak lagi menjabat presiden, pola tur politik Jokowi tampaknya masih sama, rakyat tetap jadi panggung utama, relawan tetap jadi barisan depan.

Baca Juga: Demokrasi Pancasila Butuh Servis Besar, Bambang Soesatyo Soroti Partai Politik yang Masih Sering Mogok di Tengah Jalan

Freddy mengakui safari ini bukan sekadar perjalanan nostalgia. Ada misi menjaga kedekatan emosional Jokowi dengan masyarakat agar pengaruh politiknya tetap terasa di ruang publik.

"Dalam politik Indonesia, kedekatan emosional sering kali lebih kuat daripada posisi formal," kata Freddy.

Pernyataan itu seolah menjadi pengingat bahwa di Indonesia, jabatan memang bisa selesai lima tahunan, tetapi pengaruh politik kadang punya masa berlaku jauh lebih panjang.

Menurut ProJo, Jokowi juga ingin terus menjalin komunikasi dengan kepala daerah, pelaku usaha, hingga komunitas akar rumput. Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa mantan wali kota Solo tersebut belum sepenuhnya ingin keluar dari orbit politik nasional.

Halaman:

Tags

Terkini