Sementara itu, PSI dilaporkan mulai melakukan berbagai persiapan teknis guna mendukung agenda perjalanan Jokowi di sejumlah daerah. Relawan dan simpatisan disebut akan dilibatkan dalam rangkaian kegiatan yang diperkirakan berlangsung sepanjang pertengahan tahun 2026.
Pengamat politik menilai safari Jokowi berpotensi menjadi ajang pembacaan kekuatan politik terbaru di akar rumput. Sebab, meski tak lagi menjabat presiden, nama Jokowi masih memiliki daya tarik elektoral yang dianggap bernilai tinggi bagi partai maupun kelompok relawan.
Namun di sisi lain, kemunculan agenda ini juga memperlihatkan bahwa mesin politik nasional tampaknya tidak pernah benar-benar beristirahat. Pemilu memang masih beberapa langkah lagi, tetapi aroma kompetisinya sudah tercium bahkan sebelum baliho dipasang resmi.
Di negeri yang politiknya sering bergerak lebih cepat daripada harga cabai, safari keliling Indonesia kini bukan lagi sekadar perjalanan biasa. Ia berubah menjadi panggung untuk mengukur seberapa panjang bayang-bayang pengaruh seorang mantan presiden setelah turun dari singgasana kekuasaan.*****