Di tengah dunia internasional yang sering mengukur pengaruh berdasarkan kekuatan militer dan ekonomi, Prabowo menegaskan Indonesia memilih menghormati semua negara tanpa melihat besar kecilnya wilayah atau jumlah penduduk.
"1.000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," ujarnya.
Kalimat itu seolah menjadi pengingat bahwa diplomasi Indonesia ingin tampil sebagai penengah yang ramah, bukan tetangga yang hobi mengetuk pagar sambil membawa ancaman.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga membagikan pengalamannya saat menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Fiji di Istana Merdeka.
Menurutnya, pemimpin Fiji sempat terharu karena Indonesia memberikan penghormatan resmi yang sama meskipun Fiji merupakan negara kecil dengan jumlah penduduk sekitar satu juta jiwa.
"Negara dia kecil, tetapi kita perlakukan sama dengan negara besar. Itulah Indonesia," kata Prabowo.
Di tengah kompetisi global yang makin keras, pendekatan tetangga baik ala Indonesia ini tentu menghadapi tantangan tersendiri. Sebab dalam politik internasional, senyum diplomasi sering kali harus berjalan berdampingan dengan kepentingan ekonomi, pertahanan, dan pengaruh kawasan.
Namun setidaknya, Indonesia sedang mencoba memberi pesan sederhana kepada dunia, di tengah banyak negara sibuk mencari lawan, masih ada yang memilih memperbanyak teman.*****