politik

9 WNI Ditangkap Israel Saat Misi Kemanusiaan Gaza, Menlu Sugiono Andalkan Jalur Diplomasi “Titip Salam” ke Turki dan Yordania

Jumat, 22 Mei 2026 | 11:30 WIB
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono (Foto Istimewa)

LOCUSonline, JAKARTA - Pemerintah Indonesia bergerak cepat merespons penangkapan sembilan warga negara Indonesia (WNI) oleh militer Israel saat mengikuti konvoi bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Jalur Gaza, Palestina. Karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, jalur komunikasi pun ditempuh dengan cara yang khas yaitu dengan menitip pesan lewat negara sahabat.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyatakan pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dengan perwakilan Indonesia di kawasan Timur Tengah, termasuk meminta bantuan Yordania dan Turki untuk memantau kondisi para WNI yang ditahan.

"Kami meminta tolong kepada rekan-rekan kita, pertama negara yang warga negaranya mengalami nasib serupa, kemudian dengan rekan-rekan kita di Yordania dan Turki," ujar Sugiono dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Gen Z Menjauh dari Politik? Saat Panggung Demokrasi Terlalu Kaku, Konsep “SENI” Ditawarkan agar Tak Sepi Penonton

Di tengah panasnya konflik Gaza, diplomasi Indonesia kali ini ibarat mengirim pesan darurat lewat tetangga karena nomor tujuan tidak bisa dihubungi langsung. Namun pemerintah memastikan seluruh jalur diplomatik dan kekonsuleran tetap dioptimalkan demi keselamatan para WNI.

Sugiono menegaskan komunikasi dengan otoritas dan mitra diplomatik di Yordania serta Turki dilakukan secara intensif untuk mengetahui perkembangan terbaru para relawan kemanusiaan tersebut.

Menlu juga menyampaikan apresiasi terhadap keberanian para WNI dan relawan internasional yang tergabung dalam misi GSF 2.0. Menurutnya, aksi mereka mencerminkan solidaritas global untuk membantu warga Palestina, khususnya masyarakat Gaza yang masih terjebak dalam krisis kemanusiaan berkepanjangan.

"Kita doakan semoga kondisi mereka baik-baik saja dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat," kata Sugiono.

Baca Juga: Usulan Yusril Picu Debat, Partai Kecil Diminta ‘Naik Kelas atau Gabung Klub’

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) telah ditangkap Israel saat armada kemanusiaan dicegat di perairan menuju Gaza.

Yang membuat situasi makin menyita perhatian publik, tiga di antara sembilan WNI tersebut merupakan jurnalis media nasional yang sedang menjalankan tugas peliputan kemanusiaan. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menegaskan Indonesia mendesak Israel agar segera membebaskan seluruh awak kapal dan relawan internasional yang ditahan dalam operasi penyergapan tersebut.

Sebagai bentuk respons darurat, Kementerian Luar Negeri RI langsung menggelar rapat koordinasi bersama perwakilan RI di kawasan Timur Tengah pada Rabu siang di Jakarta. Pertemuan itu turut melibatkan pejabat tinggi kementerian dan keluarga korban untuk menyatukan langkah diplomasi sekaligus penanganan kekonsuleran.

Di tengah situasi geopolitik yang terus memanas, kasus ini kembali menunjukkan bahwa misi kemanusiaan kini bukan sekadar perjalanan solidaritas, tetapi juga perjalanan yang bisa berubah menjadi drama diplomatik lintas negara dalam hitungan jam.*****

Tags

Terkini