Ironisnya, pemerintah daerah tetap mengklaim “komitmen” untuk mensejahterakan rakyat, meski yang lebih sering terdengar adalah ajakan untuk bersabar dan bersyukur, ketimbang bukti konkret dalam bentuk fasilitas, pelatihan terarah, atau dana bergulir yang nyata.
Sementara itu, PDRB Garut terus tertinggal, dan rakyatnya kembali disuguhi janji tentang masa depan yang cerah, asal mereka cukup cerdas, terampil, dan sabar menunggu datangnya investasi seperti menunggu hujan di musim kemarau.(Suradi/Bhegin)