Tak mau kalah diplomatis, Aanya Casmayanti mengamini semangat silaturahmi dan menyatakan kunjungannya untuk “mendengarkan dan membawa aspirasi” ke pusat. Sebuah tugas mulia yang secara teori luar biasa, tapi dalam praktik, sering berakhir pada pernyataan pers dan dokumentasi media sosial.
"Kami akan menyampaikan aspirasi ini ke pemangku kepentingan," katanya, tanpa menyebut siapa, kapan, dan bagaimana tindak lanjutnya.
Seperti biasa, rakyat yang menonton dari jauh hanya bisa menebak apakah diskusi ini akan benar-benar berdampak, atau sekadar jadi rutinitas politik lima tahunan yang berputar-putar di lingkar retorika. Kalau pun jalan tol tak juga dibangun, setidaknya jalan ke Pamengkang masih lancar untuk menyambut tamu-tamu penting berikutnya.(Suradi/Bhegin)