Kamis, 4 Juni 2026

SPPG Ditutup, Siswa Dirawat: Gratisan yang Membuat Rakyat Bayar Mahal

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Selasa, 23 September 2025 | 15:37 WIB
Ilustrasi AI
Ilustrasi AI


"Pemerintah hanya akan berhenti pada kalimat “keteledoran”, atau berani menyebut siapa yang lalai, dari tingkat koki sampai pejabat yang terlalu sibuk berfoto di depan spanduk bergizi. Sebab gizi gratis seharusnya menguatkan, bukan melemahkan."





LOCUSONLINE, BANDUNG BARAT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memantik polemik. Alih-alih menyehatkan, ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat, justru tumbang berjamaah usai menyantap menu yang seharusnya penuh nutrisi.





Sebanyak 352 siswa dari PAUD hingga SMA/SMK mengalami sesak napas, mual, dan muntah massal. GOR Kecamatan Cipongkor mendadak berubah fungsi dari lapangan olahraga menjadi ruang darurat. Sebagian siswa bahkan harus dirujuk ke RSUD Cililin dan RSIA Anugrah.





Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, turun langsung meninjau lokasi. Ia menyebut kondisi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cipongkor sebenarnya “bagus”, hanya saja ada “keteledoran”.





Kalimat yang seolah ingin menenangkan, justru meninggalkan pertanyaan: bagaimana bisa fasilitas yang “bagus” menghasilkan 352 korban?





Dengan nada diplomatis, Dadan kemudian memutuskan menyetop sementara operasional SPPG Cipongkor. Katanya, perlu ada perbaikan menyeluruh.






Baca Juga : 569 Pelajar Tumbang Usai Santap “Makan Bergizi Gratis” di Garut


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X