Kamis, 4 Juni 2026

Matahari Geser ke Selatan, Warga Indonesia Rasakan “Pelukan” Langsung Tanpa Awan

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 12:56 WIB
Gamabar Ilustrasi
Gamabar Ilustrasi


"Panas ini bukan azab, bukan juga hasil konspirasi global. Ini murni kerja sama matahari dan awan yang sedang tidak ingin kompromi. Jadi sebelum menyalahkan “BMKG tidak akurat” atau “cuaca tidak adil”, ingat: Matahari tidak ngaret, manusialah yang sering tak siap."





LOCUSONLINE, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya menjawab pertanyaan rakyat +62 yang beberapa hari terakhir mendadak jadi ahli cuaca dadakan: “Kenapa siang bolong rasanya kayak duduk di dalam oven?”





Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa penyebabnya sederhana matahari sedang geser ke selatan, dan awan-awan hujan memutuskan untuk cuti sementara dari wilayah selatan Indonesia.






“Saat ini kenapa terlihat panas? Karena matahari sekarang itu sudah bergeser di selatan wilayah Indonesia. Ini juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan itu jarang,” ujarnya, Senin (13/10/2025).






Minimnya pertumbuhan awan membuat tidak ada “payung alami” yang biasa menahan sengatan matahari. Akibatnya, warga kota dari Jakarta hingga Surabaya kini mendapat paparan sinar langsung all access, tanpa sensor, tanpa filter UV Instagram.
Suhu pun melonjak ke kisaran 32–35°C, dengan tingkat kepanasan emosional warga jauh lebih tinggi.






Baca Juga :





-




Menteri Multitasking: Purbaya, Dua Wamen, dan Mimpi APBN Hemat Gaji


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X