Kamis, 4 Juni 2026

Ironi Pemkab Garut "Banjir Dulu Baru Analisa" Antara Saluran Buntu, Tambang Pasir, atau Nasib Sial Musiman

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Selasa, 4 November 2025 | 10:49 WIB
Sejumlah petugas membersihkan lingkungan yang terdampak banjir di Desa Sukalaksana, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. ANTARA/HO-Polres Garut
Sejumlah petugas membersihkan lingkungan yang terdampak banjir di Desa Sukalaksana, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. ANTARA/HO-Polres Garut



“Coba kita cek dulu, seperti apa nanti,” tambah Sekda, kembali menegaskan pentingnya konsep “nanti” dalam investigasi bencana.






Baca Juga : BPS Garut Gelar Evaluasi dan Praktik Ubinan Padi di Desa Situ Jaya, Karangpawitan






Pemkab menegaskan bahwa Banyuresmi selama ini bukan kawasan rawan banjir. Namun, banjir tampaknya memilih pendekatan demokratis dengan tidak mendiskriminasi wilayah mana pun. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat tetap waspada, karena cuaca ekstrem dan tata ruang yang kadang ekstrem bisa menjadi pasangan ideal pemicu bencana.





Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, perabotan rumah tangga rusak, lumpur menumpuk, dan lingkungan berubah menjadi arena bertahan hidup bagi warga yang sibuk membersihkan sisa banjir.





BPBD telah menurunkan alat berat, memberikan logistik, perlengkapan tidur, serta memastikan bahwa setidaknya bantuan bergerak lebih cepat daripada air yang naik.





Pemkab Garut membuka kemungkinan banjir disebabkan penyumbatan saluran atau dampak aktivitas tambang pasir di wilayah sekitar. Namun, kajian resmi baru akan keluar setelah BPBD selesai melakukan analisis mendalam yang lagi-lagi dijadwalkan “nanti”. (Bhegin)


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X