Sebanyak 427 siswa mengikuti TKA di SMAN 8 Bandung. Ruang-ruang kelas yang biasanya bising berubah tenang lebih tenang dari rata-rata suasana salat subuh.
Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, ikut meninjau lokasi. Ia memastikan perangkat ujian siap, pengawas hadir, dan soal terstandar. Semua berjalan sesuai SOP, meski SOP itu tidak menyebut cara mengatasi degup jantung siswa yang meningkat tanpa bantuan gawai sebagai pengalihan stres.
“Kalau layanan pembelajaran bagus, mereka pasti bisa menyelesaikan tes dengan baik,” kata Purwanto.
Pernyataan yang terdengar sederhana, meski kenyataannya layanan pembelajaran yang “bagus” sering menjadi bahan diskusi tahunan.
Pada akhirnya, TKA di Jawa Barat berlangsung tertib: tanpa gawai, tanpa keributan, tanpa drama. Sebuah keadaan yang, jika dipikir lagi, mungkin sebaiknya juga diterapkan di sebagian rapat birokrasi yang terlalu sering diganggu notifikasi grup.*****