Kamis, 4 Juni 2026

Ganti Ahli Gizi? Cucun DPR Usul Pakai Petugas Darat, Nanti Pesawat Jatuh Juga, Kan?

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Selasa, 18 November 2025 | 10:24 WIB




"(Sampaikan permintaan maaf) Saya sudah sampaikan di media sosial saya. Bahkan semalam kita diskusi sama Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi). Pemikiran-pemikiran beliau luar biasa tadi dibahas di sini. Tadi juga di awal pertemuan sudah kita sampaikan," sebutnya.





Meski permintaan maaf telah disampaikan, insiden ini meninggalkan catatan penting tentang pentingnya dialog yang konstruktif antara pembuat kebijakan dan para profesional di lapangan. Program Makan Bergizi Gratis yang ambisius tidak akan berhasil jika didasari oleh pemahaman yang keliru mengenai peran masing-masing pihak.





Mengapa Ahli Gizi Tak Bisa Diganti?





Untuk publik awam, mungkin timbul pertanyaan: seberapa pentingkah peran ahli gizi? Jawabannya sangat krusial. Ahli gizi bukan sekadar "penyusun menu". Mereka adalah profesional dengan keahlian ilmiah untuk:






  1. Menganalisis Kebutuhan Gizi: Menilai status gizi individu atau kelompok, mulai dari anak-anak, ibu hamil, hingga lansia.




  2. Merancang Program Intervensi: Membuat program pencegahan dan penanganan masalah gizi, seperti stunting, obesitas, atau malnutrisi.




  3. Menjamin Keamanan Pangan: Memastikan makanan yang disajikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan higienis.




  4. Melakukan Edukasi: Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pola makan sehat dan gaya hidup.





Mengganti mereka dengan tenaga yang tidak memiliki kompetensi sama, sebagaimana diibaratkan dr. Tan, sama dengan mengorbankan keselamatan dan kesehatan jutaan orang demi solusi instan. Insiden ini pun menjadi pelajaran berharga bahwa dalam merancang kebijakan publik, pendapat para ahli bukanlah "embel-embel", melainkan fondasi utama yang tak bisa ditawar. (**)


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X