- PMI ilegal dikirim
- Negara malu
- Keluarga korban hancur
- Para oknum makin makmur
Banyak korban enggan melapor. Bukan karena tak sakit hati, tapi mereka tahu pelaku bisa saja duduk di kantor yang seharusnya jadi tempat perlindungan.
“Kalau aparat lemah, oknum berkembang. Sekarang level mereka bukan calo lagi, tapi mengarah ke mafia modern,” ujarnya.
Belum selesai soal pengiriman ilegal, muncul modus terbaru:
- “Pernikahan kontrak”
- “Pernikahan legal tapi manipulatif”
- “Pernikahan demi visa dan komisi”
Baca Juga : Kasus Kayu Gelondongan, Sungai Jadi Kurir, Chainsaw Jadi Tersangka
Ini bukan hubungan cinta, tapi barter legalitas untuk menutupi perdagangan manusia.
Jaringan ini merekrut lewat:
- Grup WA
- Status Facebook
- DM Instagram
- Siaran langsung TikTok
Ironisnya, kecepatan mereka menipu jauh lebih tinggi daripada kecepatan negara menindak.
“Zaman sudah canggih, tinggal tunggu waktu. Sekecil apapun jejak bisa terlacak,” tegas Paryanto.