Insiden Tenggelam di Sungai Cimanuk Garut
| Tanggal Kejadian | Korban | Aktivitas Awal | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 29 Des 2025 | BRH (24), warga Bandung | Berburu biawak | Tewas, ditemukan hari yang sama |
| 2-4 Jun 2023 | DH (45), warga Karangpawitan | Tidak disebutkan | Tewas, ditemukan 2 hari setelah hanyut |
| 21-23 Mar 2018 | Adit (22), warga Garut Kota | Berenang | Hilang, belum ditemukan hingga hari ketiga pencarian |
| 22 Agu 2017 | Fajar & Riki (18, 19), warga Bandung | Berenang | Dua orang hilang, masih dalam pencarian saat berita dirilis |
Kasus pada 2018 bahkan menunjukkan betapa berbahayanya sungai ini, di mana seorang korban yang tenggelam di kawasan Bendungan Copong belum ditemukan setelah tiga hari pencarian yang diperluas hingga ke wilayah Waduk Jatigede di Sumedang. Data-data ini membuktikan bahwa arus Sungai Cimanuk sering kali lebih kuat dari yang diperkirakan, bahkan oleh warga lokal sekalipun.
Imbauan dan Peringatan Keselamatan dari Aparat
Menanggapi peristiwa ini, Kapolsek Cibatu mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat. "Pihak kepolisian dan tim SAR mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas berisiko di sekitar aliran sungai, terutama saat debit air meningkat dan arus sungai deras," tegas Iptu Dody Rusmiady dari Satbrimob yang terlibat dalam pencarian. Imbauan serupa disampaikan langsung oleh Kapolsek Cibatu, Amirudin Latif, yang meminta masyarakat lebih berhati-hati.
Sementara itu, trauma mendalam dirasakan oleh rekan korban, Galih. Ia mengaku kejadian tersebut benar-benar di luar dugaan meski mereka sudah cukup mengenal karakter Sungai Cimanuk yang dikenal deras dan berputar. Galih bahkan menyatakan keputusannya untuk berhenti berburu biawak di sungai tersebut, sebuah penyesalan yang datang terlalu terlambat untuk menyelamatkan nyawa sahabatnya.
Refleksi: Mengutamakan Nyawa di Atas Segalanya
Tragedi meninggalnya BRH di Sungai Cimanuk adalah pengingat pahit tentang pentingnya keselamatan diri. Naluri untuk mengambil hasil buruan telah mengalahkan pertimbangan akan bahaya arus deras sungai yang mematikan. Masyarakat diingatkan untuk tidak pernah meremehkan kekuatan alam, sekalipun di lokasi yang dianggap sudah familiar. Keselamatan beraktivitas di sungai harus selalu menjadi prioritas utama, mengingat riwayat panjang Sungai Cimanuk yang telah banyak meminta korban jiwa. (**)