Kamis, 4 Juni 2026

Bandung Kejar Gelar Kota Literasi, Buku Sebagai "Healing" dan Fondasi Berpikir Kritis

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Senin, 26 Januari 2026 | 08:09 WIB



“Literasi tidak berhenti pada kemampuan mengenal huruf dan angka, melainkan mencakup kemampuan mencerna informasi… Yang paling tinggi dari literasi itu adalah berpikir kritis, dan di situlah problem kita sekarang,” papar Willy.





Ia mengungkapkan inisiatif pribadinya untuk merevisi Undang-Undang Sistem Perbukuan melalui RUU Pembukuan. Revisi ini bertujuan membangun ekosistem perbukuan yang sehat, mendukung industri kreatif, dan pada akhirnya menumbuhkan daya pikir kritis masyarakat sebagai fondasi demokrasi.





Peta Jalan Menuju Kota Literasi: Integrasi Ekosistem





Mewujudkan Bandung sebagai Kota Literasi membutuhkan strategi terintegrasi yang menyentuh seluruh aspek ekosistem. Berikut adalah peta jalan yang dapat dikembangkan:





-




Langkah Bandung ini patut diapresiasi sebagai terobosan dalam memaknai pembangunan kota. Dengan menjadikan literasi sebagai prioritas, Bandung melakukan investasi jangka panjang pada aset terpentingnya: sumber daya manusia.






  1. Kesehatan Mental Komunal: Pendekatan healing melalui buku dapat menjadi solusi inovatif dan rendah biaya untuk mengatasi tekanan kehidupan urban, meningkatkan kesejahteraan psikologis warga.




  2. Pertahanan terhadap Misinformasi: Masyarakat dengan daya literasi dan berpikir kritis yang tinggi akan lebih imun terhadap hoaks, propaganda, dan ujaran kebencian yang merusak kohesi sosial.




  3. Penggerak Ekonomi Kreatif: Ekosistem literasi yang hidup akan mendukung industri kreatif lokal, mulai dari penulis, ilustrator, editor, hingga penerbit dan toko buku independen.




  4. Kota Pintar yang Manusiawi: Bandung membuktikan bahwa konsep smart city tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang kecerdasan kolektif dan kedalaman manusiawi warganya.





Dengan memadukan pendekatan emosional (healing) dan kognitif (berpikir kritis), serta didukung oleh komitmen politik dan kerangka regulasi yang kuat, Bandung berpotensi menjadi model nasional bagi kota-kota lain yang ingin membangun peradaban dari halaman-halaman buku. (**)


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X