Karena itu, Disperindag memilih pendekatan bertahap dengan kombinasi pendampingan. Bukan hanya soal membenahi lapak dan fasilitas, tetapi juga membangun kesadaran bahwa keteraturan adalah investasi jangka panjang bagi pedagang.
Ridwan menambahkan, jajarannya rutin turun langsung ke lapangan, termasuk ke kawasan pasar yang masih dalam tahap pembangunan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penataan PKL tidak sekadar rapi di atas kertas, melainkan benar-benar terasa manfaatnya bagi pedagang, pembeli, dan wajah kota.
“Kalau semua pihak mau tertib, yang untung bukan cuma pemerintah, tapi pedagang itu sendiri,” ujarnya.*****