Jumat, 5 Juni 2026

Sungai Disulap Jadi Kavling: Negara Tegur Tiga Kali, Air Sungai Murka Duluan

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Senin, 26 Januari 2026 | 13:44 WIB
Gambar Istimewa
Gambar Istimewa




Baca Juga : Angin Tak Diundang, Pohon Jadi Algojo: Talegong Diterpa Cuaca Brutal






Di lapangan, pelanggaran justru banyak terjadi di sungai kecil orde tiga dan empat yang lebarnya cuma dua sampai tiga meter. Sungai-sungai ini kerap “disenyapkan” ditutup, dibeton, lalu dijadikan alas rumah.





“Bukan sungai besar yang paling sering diserobot, tapi sungai kecil. Ditutup total, dibeton, lalu dibangun di atasnya. Airnya mau lewat ke mana?” ujar Lusie.





Namun, penertiban tak selalu semulus di atas kertas. Lusie mengakui, dinamika sosial sering jadi batu sandungan. Di Cikondang, pembongkaran satu bangunan saja sempat memicu ketegangan di lapangan.





“Secara aturan jelas, tapi di lapangan situasinya bisa memanas,” katanya.





Di akhir, PSDA mengingatkan warga agar tak memperlakukan sungai seperti lahan kosong tak bertuan. Menjaga sungai, kata Lusie, sama dengan menjaga keselamatan sendiri.





“Kalau sungai dijaga, banjir bisa dicegah. Tapi kalau sungai ditutup dan dijadikan rumah, alam akan menagih balasan. Biasanya lewat bencana,” pungkasnya.*****


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X