Kamis, 4 Juni 2026

Tak Kenal Waktu, Puskesmas Ibrahim Adjie Hadir 24 Jam untuk Warga

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 11:12 WIB



Kombinasi antara aksesibilitas 24 jam dan kualitas interaksi yang manusiawi ini menciptakan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas publik. Hal ini sesuai dengan mandat puskesmas sebagai ujung tombak sistem kesehatan nasional.





Mengapa Model Ibrahim Adjie Penting untuk Direplikasi?





Keberhasilan Puskesmas UPTD Ibrahim Adjie menyoroti beberapa prinsip kunci yang bisa menjadi pembelajaran bagi FKTP lainnya:






  1. Memahami Kebutuhan Riil Masyarakat: Layanan 24 jam adalah respons langsung terhadap pola hidup warga kota yang dinamis dan kebutuhan darurat yang tak terencana.




  2. Investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM): Kualitas pelayanan yang ramah menunjukkan adanya pembinaan dan manajemen SDM yang baik di internal puskesmas. Sikap petugas adalah penentu utama pengalaman pasien.




  3. Membangun Kepercayaan Publik: Ketika masyarakat merasa dilayani dengan baik dan mudah diakses, tingkat kunjungan dan pemanfaatan layanan dasar (seperti pencegahan dan pengobatan dini) akan meningkat. Ini pada akhirnya dapat menurunkan beban rumah sakit.




  4. Efisiensi Sistem Kesehatan: Dengan berfungsinya puskesmas secara optimal, rujukan ke rumah sakit untuk kasus-kasus non-kompleks dapat diminimalisir, menghemat biaya kesehatan nasional (JKN).





Tantangan Keberlanjutan dan Rekomendasi





Untuk mempertahankan dan meningkatkan standar ini, beberapa hal perlu menjadi perhatian:






  • Ketersediaan dan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan: Layanan 24 jam membutuhkan penjadwalan dan kompensasi yang adil bagi tenaga kesehatan agar tidak terjadi kelelahan (burnout) yang justru menurunkan kualitas layanan.




  • Ketersediaan Obat dan Peralatan: Layanan yang andal harus didukung dengan ketersediaan logistik (obat, alat kesehatan) yang memadai selama 24 jam.




  • Pemantauan dan Evaluasi Berkelanjutan: Perlu sistem umpan balik (feedback) yang rutin dari masyarakat dan audit internal untuk menjaga konsistensi kualitas.





Keberhasilan Puskesmas UPTD Ibrahim Adjie merupakan contoh nyata bahwa layanan kesehatan publik dapat berkualitas tinggi dan disukai masyarakat. Inisiatif ini seharusnya tidak berhenti sebagai kisah sukses lokal, tetapi dijadikan model dan didukung kebijakan anggaran serta sumber daya manusia yang memadai untuk direplikasi di puskesmas-puskesmas lain di Kota Bandung dan seluruh Indonesia. Dengan demikian, cita-cita untuk memiliki layanan kesehatan dasar yang merata, terjangkau, dan bermutu benar-benar dapat terwujud. (**)


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X