Kamis, 4 Juni 2026

Ekonomi Bandung Tumbuh 5,3%, Farhan Bidik 8% untuk Perkuat Kontribusi Nasional

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Selasa, 10 Februari 2026 | 09:38 WIB


[Locusonline.co] Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan sinyal optimistis mengenai performa ekonomi kota pada awal tahun 2026. Dalam Apel Mulai Bekerja di Plaza Kota Bandung, Senin (9/2), Farhan mengapresiasi kerja keras jajaran ASN sambil memaparkan data makroekonomi yang menunjukkan Kota Bandung berada di "jalur cepat pemulihan" pascapandemi.





Pemulihan Signifikan dengan Fondasi yang Kuat





Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Bandung diproyeksikan mencapai 5,3 persen. Angka ini bukan satu-satunya indikator positif. Farhan menyebutkan adanya perbaikan komprehensif dalam beberapa aspek kunci:






  • Penurunan Tingkat Kemiskinan




  • Membaiknya Rasio Gini (indikator ketimpangan pendapatan)




  • Turunnya Pengangguran Terbuka




  • Prospek peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)





“Dilihat dari angka makro, tampaknya Kota Bandung berada di jalur fast track menuju pemulihan ekonomi pasca-Covid-19,” ujar Farhan. Pencapaian ini merupakan hasil akumulasi kerja keras sepanjang tahun 2025.





Target Ambisius: Kontribusi pada Pertumbuhan Nasional 8%





Meski optimis, Farhan menegaskan bahwa perjalanan belum selesai. Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan sebelum pandemi pernah mencapai 7,6 persen, sementara pada masa pandemi sempat terkontraksi hingga minus 3,2 persen.





“Masih ada selisih sekitar 2 hingga 3 persen yang harus dikejar agar Bandung benar-benar kembali ke jalur pertumbuhan tinggi,” katanya.





Target jangka panjangnya lebih ambisius. Farhan menegaskan komitmen Kota Bandung untuk berkontribusi pada salah satu agenda nasional Presiden Prabowo Subianto. “Targetnya, pada 2029 kita bisa berkontribusi memenuhi salah satu Asta Cita Presiden Prabowo, yaitu pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ungkapnya. Pernyataan ini menempatkan Bandung tidak hanya sebagai kota yang bangkit, tetapi sebagai kontributor aktif terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional.





Pertumbuhan yang Inklusif: Menjembatani Kesenjangan





Farhan secara khusus mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi semata tidak cukup jika tidak inklusif. Ia menyoroti pentingnya pemerataan hasil pembangunan.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X