"Partisipasi warga dalam jurnalisme adalah salah satu pilar demokrasi. Media seperti Elshinta punya peran besar dalam mendewasakan masyarakat," ujarnya.
Dengan membuka ruang bagi warga untuk melaporkan peristiwa di sekitarnya, media tidak hanya memperluas jangkauan berita, tetapi juga membangun kesadaran kritis dan rasa kepemilikan warga terhadap ruang publik dan kebijakan yang berjalan.
Kepemimpinan, Media, dan Tanggung Jawab Kolektif
Percakapan Farhan dengan Elshinta di hari jadinya ke-26 ini merangkum tiga simpul penting:
| Simpul | Inti Pemikiran Farhan |
|---|---|
| Filosofi Kepemimpinan | Pemimpin harus tahan tekanan, menyerang masalah bukan orang, dan tidak ada ruang untuk "remedial". |
| Peran Media Ideal | Media adalah jembatan dialog, ruang kritik yang sehat, dan verifikator terakhir di tengah banjir informasi digital. |
| Hubungan Pemerintah-Masyarakat | Warga kritis adalah aset, partisipasi warga (termasuk citizen journalism) adalah pilar demokrasi yang memperkuat tata kelola. |
Menutup wawancara, Farhan menyampaikan apresiasi dan harapan:
"Selamat 26 tahun Elshinta News & Talk. Terus menjadi media yang dipercaya masyarakat dan menjaga semangat keberagaman."
Pernyataan ini bukan sekadar ucapan selamat, tetapi pengakuan dari seorang pemimpin yang lahir dari ekosistem media tentang pentingnya institusi pers yang kuat, kredibel, dan berpihak pada kepentingan publik sebagai fondasi demokrasi yang matang. (**)