[Locusonline.co] Bandung – Pemerintah Kota Bandung bersama para pemangku kepentingan meresmikan Forum Multipihak Sistem Pangan (Forum Karasa) sebagai tonggak baru dalam membangun ketahanan pangan perkotaan yang berkelanjutan. Pengukuhan yang digelar di Bumi Sangkuriang, Selasa (10/2), menjadi bagian dari program global Urban Futures, sekaligus jawaban atas dua tantangan kronis Kota Bandung: ketergantungan pangan eksternal dan darurat sampah organik.
Fakta yang Memicu Terobosan: 94,05% Pangan Impor Kota vs 60% Sampah Organik
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gingin Ginanjar, memaparkan data yang menjadi landasan lahirnya Forum Karasa:
| Indikator | Kondisi Kota Bandung | Tantangan & Peluang |
|---|---|---|
| Ketergantungan Pangan | 94,05% kebutuhan pangan berasal dari luar kota. | Rentan terhadap disruptions (gangguan rantai pasok, inflasi). |
| Komposisi Sampah | Hampir 60% sampah kota adalah organik. | Beban TPA, namun potensi besar untuk diolah kembali. |
| Sisa Makanan | Sekitar 20% dari total sampah adalah sisa makanan. | Inefisiensi pangan sekaligus peluang untuk circular economy. |
"Oleh karena itu, integrasi antara Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan Sampah), Buruan SAE (Buruan Sehat, Alami, Ekonomis/pertanian perkotaan), dan Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) menjadi kunci dalam membangun sistem pangan sirkular Kota Bandung," tegas Gingin.
Forum Karasa: Bukan Sekadar Wacana, Menuju Keputusan Wali Kota
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa Forum Karasa dirancang sebagai ruang sinergi yang hidup, bukan sekadar seremoni. Ia berkomitmen untuk segera memformalkan forum ini melalui Keputusan Wali Kota (Kepwal) agar memiliki daya ikat dan keberlanjutan.
"Berbagai pihak perlu berkolaborasi… Harapannya, Forum Karasa dapat menjadi ruang sinergi yang hidup, mendorong peran aktif masyarakat dan orang muda, serta mempercepat terwujudnya sistem pangan Kota Bandung yang tangguh, berkeadilan, dan berkelanjutan," ujar Farhan.
Langkah ini merupakan eskalasi dari sekadar program bersama menjadi kebijakan publik yang terstruktur, memastikan kolaborasi pentahelix (pemerintah, komunitas, akademisi, swasta, media) bukan hanya terjadi sporadis, tetapi terlembaga.
Inovasi di Tingkat Akar Rumput: CSA dan Keterlibatan Generasi Muda
Forum Karasa tidak dibangun di ruang hampa. Ia diperkuat oleh inisiatif-inisiatif komunitas yang telah berjalan, seperti Community Supported Agriculture (CSA) yang dikembangkan Seni Tani.