Komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama diwujudkan melalui safari keagamaan pimpinan daerah pada setiap momentum hari besar keagamaan. Wali Kota dan jajaran secara rutin mengunjungi berbagai rumah ibadah—masjid, gereja, vihara, hingga klenteng—sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman dan komitmen menjaga persaudaraan lintas iman.
Sejak Desember 2024, Pemkot Bandung juga memulai tradisi doa bersama lintas agama yang digelar pada 10 hari terakhir setiap akhir tahun. Kegiatan ini menghadirkan perwakilan berbagai agama sebagai simbol kebersamaan dan penguatan nilai toleransi. Tradisi ini mendapat dukungan penuh dari para tokoh agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) , yang selama ini berperan aktif menjaga keharmonisan hubungan antarumat beragama di Kota Bandung.
Pada 29 April 2025, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan Kampung Toleransi ke-6 yang berlokasi di RW 01, 02, dan 03 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar. Kehadiran kampung toleransi ini memperluas ruang interaksi sosial lintas agama dan budaya di tingkat kewilayahan. Sebelumnya, program serupa telah hadir di Jamika, Paledang, Dian Permai, Balong Gede, dan Kebon Jeruk sebagai bagian dari strategi membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan inklusif.
Insentif Guru Ngaji: Menyentuh Langsung Pengabdian di Akar Rumput
Di antara seluruh program keagamaan, satu kebijakan yang paling dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat adalah pemberian insentif bagi guru ngaji. Pada tahun 2025, sebanyak 9.232 guru ngaji menerima dukungan insentif dengan total anggaran mencapai hampir Rp39 miliar.
Program ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap penguatan pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput. Para guru ngaji, yang selama ini mengabdikan diri dengan honor relatif rendah dari yayasan, mendapatkan apresiasi yang layak atas jasa mereka membentuk generasi muda yang berakhlak dan paham agama.
Apresiasi mengalir dari para penerima manfaat. Yusup Sumirat, guru dari Madrasah Ibtidaiyah, mengaku bersyukur atas keberlanjutan program tersebut. Menurutnya, perhatian Pemerintah Kota Bandung terhadap guru keagamaan terasa nyata karena penyaluran insentif dilakukan secara rutin dan konsisten.
"Alhamdulillah sangat senang sekali. Ini bentuk perhatian Kota Bandung, alhamdulillah konsisten sudah hampir tujuh tahun berjalan. Sangat luar biasa. Dana hibah seperti ini sangat berarti sekali untuk para guru maupun tenaga pendidik di madrasah ibtidaiyah," ujarnya di Masjid Al-Ukhuwah, Jalan Wastukancana, Kota Bandung.