Senada dengan Yusup, Jajat Sudrajat dari MA Babussalam menilai program insentif menjadi penyemangat bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan.
Menjaga Keberlanjutan, Memperkuat Harmoni
Nasrulloh menambahkan, keberlanjutan program agamis tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas spiritual, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di Kota Bandung yang majemuk.
"Kegiatan keagamaan harus dirawat secara konsisten dan dijalankan sesuai regulasi agar niat baik pemerintah memberi manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Ia berharap dukungan pimpinan daerah terhadap program keagamaan terus berlanjut, baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran. Kesra juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program-program tersebut sebagai ruang memperkuat spiritualitas sekaligus menjaga kerukunan sosial.
"Harapan kami, warga Kota Bandung semakin agamis, toleran, dan mampu hidup berdampingan dengan damai. Ini bagian penting dari semangat Bandung Utama," tuturnya.
Satu tahun perjalanan Bandung Utama membuktikan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari beton dan aspal, tetapi juga dari kualitas hubungan antarmanusia dan kedekatan mereka dengan nilai-nilai ketuhanan. Dengan menguatkan gerakan agamis, mensejahterakan para guru ngaji, dan merawat toleransi melalui kampung-kampung damai, Kota Bandung sedang membangun fondasi sosial yang kokoh untuk masa depan yang lebih harmonis dan berkeadaban.