"Masjid Agung ini sudah sekitar dua abad berada di Kota Bandung. Tentunya harus kita jaga bersama dan kita makmurkan bersama-sama. Ini bagian yang tidak terlepaskan dari karakteristik Kota Bandung," tuturnya.
Menurut Farhan, memakmurkan masjid tidak hanya berarti merawat fisik bangunan, tetapi juga menghidupkan kegiatan keagamaan dan sosial di dalamnya. Masjid harus menjadi pusat pemberdayaan umat, bukan sekadar tempat salat.
Irfan Hakim: Safari Ramadan 30 Hari Adalah Komitmen Luar Biasa
Kegiatan Safari Ramadan kali ini turut dihadiri publik figur asal Bandung, Irfan Hakim. Kehadirannya menambah semarak acara dan menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah yang hadir.
Irfan mengaku bangga bisa terlibat dalam Safari Ramadan bersama Wali Kota Bandung. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kunjungannya ke Masjid Agung bukanlah yang pertama. Sebagai warga Bandung, ia memiliki kenangan tersendiri dengan masjid tertua di Kota Kembang ini.
"Kalau ke Masjid Agung ini bukan pertama kali, karena saya juga warga Bandung sering main ke sini. Bahkan tadi sempat melihat bagaimana Masjid Agung dari masa ke masa. Saya pernah foto di tangga yang bawahnya dulu masih jalan tembus, itu tahun 1982 waktu orang tua saya naik haji," ujar Irfan dengan nada nostalgia.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Farhan yang menargetkan Safari Ramadan berlangsung selama 30 hari penuh tanpa jeda.
"Ini luar biasa, Kang Farhan sampai 30 hari. Sekarang baru hari keempat, masih ada 26 hari lagi, insyaallah. Kegiatannya padat sekali. Ngabuburit bareng Kang Farhan itu mencari keberkahan, karena kita juga mencari teman-teman yang hidupnya kurang layak. Alhamdulillah, walaupun hidup susah, mudah-mudahan dapat berkah," tuturnya.
Santunan Anak Yatim: Wujud Kepedulian Nyata
Di tengah suasana khidmat Ramadan, Safari Ramadan di Masjid Agung Bandung juga menjadi ajang berbagi kebahagiaan. Sebanyak 50 anak yatim menerima paket sembako yang diserahkan langsung oleh Wali Kota dan rombongan.