Farhan mengakui bahwa dalam satu tahun terakhir, Pemkot Bandung menghadapi berbagai narasi negatif di ruang publik. Namun melalui strategi komunikasi yang terencana dan dikelola Diskominfo, pemerintah mampu menjaga citra dan kepercayaan masyarakat.
Diskominfo ke depan diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai:
- Pengelola komunikasi publik yang responsif dan transparan
- Jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat
- Penjaga reputasi melalui manajemen isu yang efektif
Fokus 2: Kesbangpol dan Netralitas Politik
Kepada Kepala Kesbangpol yang baru, Andri Darusman, Farhan mengingatkan pentingnya menjaga netralitas politik dan keseimbangan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari partai politik, organisasi masyarakat, kelompok agama, hingga mahasiswa.
"Orientasi politik kekuasaan saya hanya satu, vertikal kepada gubernur dan presiden. Titik," tegasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah kota akan fokus pada pembangunan dan pelayanan masyarakat, tanpa terlibat dalam dinamika politik praktis yang tidak perlu. Kesbangpol diharapkan menjadi garda depan dalam menjaga kondusivitas dan harmoni sosial di Kota Bandung.
Fokus 3: Inovasi Serapan Tenaga Kerja
Di sektor ketenagakerjaan, Yayan Ahmad Brilyana yang kini menakhodai Dinas Ketenagakerjaan mendapat pesan khusus dari Wali Kota. Farhan meminta inovasi dalam peningkatan kualitas serapan tenaga kerja formal.
Beberapa arahan strategis untuk Disnaker:
- Penguatan program pelatihan berbasis kebutuhan industri
- Pengembangan program magang dan internship yang terstruktur
- Penyelenggaraan job fair secara berkala
- Pemanfaatan data demografi kewilayahan untuk pemetaan potensi tenaga kerja
- Sinkronisasi antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan pasar
Dengan pendekatan berbasis data, diharapkan angka pengangguran di Kota Bandung dapat ditekan dan serapan tenaga kerja formal meningkat signifikan.