Pemerintah tidak tinggal diam. Melalui kegiatan ini, Pemkab Garut akan memberikan suntikan kreativitas melalui Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf), sehingga para pedagang diarahkan untuk memperbaiki pola pemasaran dan inovasi produk.
"Saya berterima kasih kepada teman-teman tenant yang sudah mau berkolaborasi. Ini lebih dari sekadar berdagang, tapi teman-teman punya peran besar dalam membantu pedagang Garut Plaza lainnya," tambahnya.
Fashion Show: Menjaring Talenta Unggul Garut
Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dedy Mulyadi, menjelaskan bahwa Ramffest 2026 yang berlangsung pada 5-6 Maret ini bukan sekadar bazar biasa. Agenda utamanya adalah Fashion Show untuk menjaring talenta unggul di bidang busana.
"Penjaringan melalui fashion show hari ini tidak hanya untuk hura-hura atau kegiatan sesaat. Ke depannya, setelah kita menemukan talent-talent unggul, mereka akan dibina lebih lanjut oleh dinas terkait sebagai aset prestasi Kabupaten Garut," kata Dedy.
Langkah ini menjadi investasi jangka panjang bagi perkembangan industri fashion dan ekonomi kreatif di Garut.
487 Pedagang Aktif, Wajah Ekonomi Rakyat yang Sesungguhnya
Perwakilan Garut Plaza, Aris Nurramdani, mengapresiasi perhatian serius pemerintah yang baru kali ini dirasakan begitu nyata oleh para pedagang. Baginya, terpilihnya GP sebagai lokasi festival tahunan adalah titik balik sejarah bagi pusat perbelanjaan tersebut.
"Di Garut Plaza terdapat berbagai produk unggulan: usaha tekstil, fashion kekinian, handphone, perhiasan, dan emas. Saat ini ada 487 pedagang aktif, mayoritas pelaku UMKM asli Garut. Mereka adalah wajah ekonomi rakyat yang sesungguhnya," ungkap Aris.
Ia menegaskan, Garut Plaza terus berbenah dan menyatakan kesiapannya menjadi wadah berbagai kegiatan pemerintahan maupun komunitas. Dengan komoditas unggulan yang lengkap, GP siap bersinergi menjadi destinasi kebanggaan masyarakat Garut di tahun 2026.