Kamis, 4 Juni 2026

Gunung Sampah Runtuh, Negara Baru Ingat Bahaya

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Senin, 9 Maret 2026 | 16:10 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi longsornya timbulan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). Longsornya timbulan sampah terjadi pada Minggu (8/3/2026) sore. (KOMPAS/AGUS SUSANTO)
Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi longsornya timbulan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). Longsornya timbulan sampah terjadi pada Minggu (8/3/2026) sore. (KOMPAS/AGUS SUSANTO)




Pemerintah daerah mengaku akan meningkatkan pemilahan sampah agar tidak semuanya berakhir di lokasi tersebut. Di saat yang sama, proyek pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif melalui fasilitas RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara terus diuji coba. Fasilitas itu diklaim mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari.





Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengingatkan bahwa proses pencarian korban harus dilakukan dengan hati-hati.





Prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan di wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari ke depan, yang dapat memicu pergerakan material longsor susulan.





Ia meminta tim di lapangan menjalankan protokol keselamatan secara ketat agar proses pencarian tidak menimbulkan korban baru.





Tragedi runtuhnya timbunan sampah setinggi sekitar 50 meter di Bantargebang dinilai sebagai tanda kegagalan sistemik pengelolaan sampah Jakarta.





Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan peristiwa tersebut menjadi peringatan keras agar metode pembuangan terbuka atau open dumping segera dihentikan.





Menurutnya, sistem tersebut tidak lagi mampu menjamin keselamatan warga maupun petugas yang bekerja di sekitar lokasi.


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X