Baca Juga : Board of Peace atau Board of War? DPR Minta RI Angkat Kaki Sebelum Terseret Arus
Sarmuji juga menekankan bahwa langkah antisipasi tersebut harus dilakukan secara transparan dan terkoordinasi. Situasi ekonomi global yang tidak menentu, kata dia, menuntut komunikasi yang terbuka antara pemerintah, parlemen, dan publik.
Ia menilai koordinasi yang solid menjadi kunci agar setiap langkah mitigasi yang diambil pemerintah dapat dipahami dan diawasi bersama.
Di sisi lain, DPR disebut akan terus memantau perkembangan dinamika global yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi nasional.
Bagi Sarmuji, gejolak ekonomi dunia memang bukan sesuatu yang bisa dihindari. Namun dampaknya terhadap perekonomian domestik, menurut dia, tetap harus dikelola dengan langkah kebijakan yang cepat dan terukur.
Singkatnya, ketika minyak dunia menari di atas 100 dolar dan dolar AS makin digdaya, pemerintah diminta tidak sekadar berharap badai segera berlalu. Sebab dalam urusan ekonomi, berharap saja biasanya tidak cukup untuk menjaga dompet negara tetap aman.*****