"Biasanya mereka sudah mengalami depresi selama dua tahun terakhir, bahkan depresi yang sangat kuat. Jadi bunuh diri itu hampir tidak pernah terjadi secara spontan. Artinya, penanganannya harus dilakukan sejak awal," ujarnya.
Data survei menunjukkan, sekitar 75 ribu pelajar di Kota Bandung dari tingkat SD hingga SMA mengalami stres ringan hingga depresi berat. Angka ini menjadi dasar bagi Pemkot untuk memulai intervensi dari lingkungan pendidikan.
Layanan Psikolog di Puskesmas dan Pelatihan Guru BK
Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung akan menggelar layanan kesehatan mental di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Kesehatan untuk menempatkan psikolog klinis di puskesmas.
"Di puskesmas nanti akan ada layanan psikologis. Pada saat bersamaan para psikolog juga akan melatih guru BK agar mampu mengidentifikasi murid-murid yang mengalami gangguan psikologis," kata Farhan.
Meski demikian, dari sekitar 80 puskesmas di Kota Bandung, layanan ini akan dimulai secara bertahap karena keterbatasan tenaga psikolog klinis.
Pasupati: Bukan Sekadar Jembatan, Tapi Simbol Persoalan
Pemerintah kota juga tengah mengkaji langkah pengamanan di Jembatan Pasupati. Opsi seperti pemasangan CCTV untuk pengawasan ketat, peninggian pembatas, hingga pemasangan jaring pengaman tengah dipertimbangkan.
Farhan telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, mengingat infrastruktur tersebut merupakan kewenangan pusat. Namun, ia mengingatkan bahwa solusi fisik saja tidak akan cukup.
"Kalau pengamannya ditinggikan pun bisa saja dipanjat. Memasang jaring juga tidak sederhana karena harus cukup kuat menahan orang. Jadi banyak aspek teknis yang harus dipertimbangkan, " ujarnya.