Kamis, 4 Juni 2026

100 Penyandang Disabilitas Ikuti Festival Ramadan Inklusif di Kota Bandung

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Minggu, 15 Maret 2026 | 11:11 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG – Ribuan lampu menghiasi Trans Studio Mall Bandung, Sabtu (14/3/2026) malam. Namun, kehangatan sesungguhnya datang dari dalam ruangan, di mana sekitar 100 peserta penyandang disabilitas mengikuti tilawah dan tausiah dalam Festival Ramadan Inklusif 2026. Mengusung tema "Ramadan untuk Semua: Berbagi, Berdaya dan Bermakna," festival ini menjadi bukti nyata bahwa bulan suci adalah milik semua lapisan masyarakat.





Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, hadir langsung dan memberikan sambutan yang menginspirasi. Ia menyebut para peserta bukan sebagai penyandang disabilitas, melainkan sebagai simbol perjuangan kehidupan.





"Semua yang berkumpul hari ini adalah mereka yang memahami bahwa dalam kehidupan tidak ada yang mudah dicapai. Semua harus melalui perjuangan. Anda semua adalah simbol perjuangan kehidupan yang hadir di tengah Kota Bandung," ujar Farhan penuh haru.





Kiprah Ledia Hanifa dan Kenangan Penelitian di Jepang





Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I, Ledia Hanifa. Kehadirannya mengingatkan Farhan pada perjalanan panjang memperjuangkan inklusivitas.





Farhan mengenang keterlibatannya bersama Ledia saat masih menjadi anggota DPR RI. Pada Maret 2023, mereka melakukan kerja sama penelitian dengan parlemen Jepang. Penelitian itu membahas penguatan legislasi terkait inklusivitas serta peluang pendidikan dan pekerjaan bagi kelompok disabilitas, khususnya disabilitas mental.





"Sekarang saya merasa sangat bahagia karena apa yang dulu dirintis mulai terlihat wujudnya di Kota Bandung, meskipun belum sempurna. Ketidaksempurnaan itulah yang menjadi motivasi bagi kita untuk terus melakukan perbaikan," katanya.





Inklusivitas: Bukan Hal Asing, Tapi Butuh Pengakuan Formal





Farhan menegaskan bahwa konsep inklusivitas sejatinya bukan hal baru dalam budaya Indonesia. Gotong royong dan saling membantu adalah nilai-nilai asli bangsa. Namun, secara formal, pengakuan terhadap hak-hak penyandang disabilitas baru diperkuat melalui undang-undang pada tahun 2016.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X