"Perbedaan justru menjadi kekuatan yang saling melengkapi dan memperkuat ketahanan bangsa Indonesia, " ujarnya.
Komunitas Lokal yang Bergerak Nyata
Farhan juga mengapresiasi berbagai komunitas yang aktif mendorong kemandirian penyandang disabilitas. Salah satunya adalah Bandung Independent Living Center, yang dinilai berperan besar dalam meningkatkan kemampuan penyandang disabilitas, khususnya dalam pembelajaran membaca dan menghafal Al-Qur'an.
Kegiatan kajian dan tausiah Ramadan yang inklusif seperti ini, menurut Farhan, adalah bagian penting dari dakwah yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
"Kalau program pemerintah biasanya disebut sosialisasi. Tetapi dalam konteks umat beragama, khususnya Islam, pendekatan itu bisa menjadi dakwah yang lebih mudah diterima masyarakat, " katanya.
Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM): Program Unggulan Pemkot
Pemerintah Kota Bandung tidak tinggal diam. Farhan menyinggung upaya memperkuat layanan berbasis masyarakat, salah satunya melalui program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) yang melibatkan berbagai unsur komunitas. Program ini memastikan bahwa layanan rehabilitasi tidak hanya terpusat, tetapi menjangkau hingga ke tingkat akar rumput.
Festival Ramadan Inklusif 2026 adalah cermin bahwa Kota Bandung terus bergerak menuju kesetaraan sejati. Di sini, perbedaan fisik bukan penghalang untuk beribadah dan berbagi kebahagiaan. Semangat juang 100 penyandang disabilitas yang hadir menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa tidak ada kata "tidak bisa" jika ada kemauan. (**)