[Locusonline.co] JAKARTA – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus terus memunculkan spekulasi baru. Dewan Senior Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Thamrin Amal Tomagola, menduga adanya motif politik di balik penyerangan tersebut. Ia menilai, aksi ini didalangi oleh kelompok tertentu yang ingin menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Dengan menyerang aktivis HAM, mereka berharap dapat memicu kemarahan masyarakat sipil yang dapat berujung pada upaya kudeta. Apalagi jika kelompok ini berasal dari dalam kekuasaan misalnya dari militer, langkah ini terlalu terbuka dan berisiko menjadi bumerang," kata Thamrin dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
Kompleksitas Kasus dan Indikasi Teknis
Menurut Thamrin, kasus ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. Ia merujuk pada sejumlah indikasi teknis yang disampaikan aparat penegak hukum, seperti jumlah pelaku yang lebih dari satu, pola pelarian ke berbagai arah, hingga dugaan adanya manipulasi informasi di media sosial.
"Empat pelaku, pelarian ke berbagai arah, hingga dugaan manipulasi informasi di media sosial. Hal tersebut menunjukkan kompleksitas peristiwa ini," ucapnya .
Ia menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, segala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan.
"Kita harus melawan aksi teror ini, siapa pun pelakunya dan kekerasan tidak dibolehkan dalam demokrasi masyarakat sipil," tegas Thamrin .
Empat Tersangka dari TNI
Sementara itu, aparat penegak hukum telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus. Keempatnya adalah anggota TNI dengan inisial: