Kamis, 4 Juni 2026

Harga Emas Dunia Anjlok 11 Persen, Terburuk Sejak 1983 di Tengah Perang AS-Israel vs Iran

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Selasa, 24 Maret 2026 | 14:14 WIB




"Saya rasa dalam penurunan harga emas baru-baru ini, imbal hasil yang lebih tinggi memainkan peran besar," kata Ekonom Fundstrat, Hardika Singh, dikutip dari CNN, Senin (23/3/2026) .






2. Penguatan Dolar AS





Selain faktor suku bunga, dolar AS juga mengalami penguatan. Sejak perang AS dan Iran berlangsung, indeks dolar (DXY) naik hampir 2% . Penguatan dolar ini membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor internasional, karena harga emas umumnya berdenominasi dolar AS.





3. Meredanya Euforia Setelah Reli Panjang





Harga emas dunia sempat mencatat kenaikan spektakuler, yakni rekor tertinggi sejak 1979 dengan lonjakan 64% pada tahun 2025. Logam mulia ini bahkan menembus level US$5.000 per troy ons untuk pertama kalinya pada Januari 2026. Namun, euforia ini kini mulai mereda, dan investor melakukan aksi ambil untung (profit taking).





4. Likuidasi untuk Menutup Kerugian Aset Lain





Dalam situasi pasar yang bergejolak, investor juga mungkin menjual emas untuk menutupi kerugian yang terjadi pada aset-aset lain di portofolio mereka, mempercepat tekanan penurunan harga emas.





5. Kebijakan Suku Bunga Global





Tidak hanya The Fed, bank sentral di seluruh dunia juga mengubah kebijakan suku bunga imbas perang Iran dan gangguan harga energi. Kekhawatiran tentang inflasi mendorong bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tetap atau bahkan menaikkannya, seperti yang dilakukan oleh Reserve Bank of Australia.





Data Pergerakan Harga Emas





PeriodePerubahan Harga Emas
Sepekan terakhir (Maret 2026)-11% (pekan terburuk sejak 1983)
Sejak perang AS-Iran-14%
Puncak tertinggi (Januari 2026)US$5.000/troy ons
Harga terkiniDi bawah US$4.500/troy ons




Analisis dan Prospek





Penurunan tajam harga emas di tengah ketegangan geopolitik menunjukkan bahwa faktor makroekonomi (suku bunga dan nilai tukar) saat ini lebih dominan dibandingkan faktor safe haven. Investor menghadapi dilema: di satu sisi konflik meningkat, namun di sisi lain biaya peluang memegang emas (opportunity cost) menjadi lebih tinggi karena suku bunga yang tetap tinggi dan dolar yang kuat.





Ke depan, pergerakan harga emas akan sangat bergantung pada:






  • Arah kebijakan suku bunga The Fed dan bank sentral global.




  • Perkembangan konflik di Timur Tengah.




  • Pergerakan indeks dolar AS.





Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X