Kronologi Kasus Kuota Haji
Berikut garis waktu kasus dugaan korupsi kuota haji yang terus berkembang:
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 9 Agustus 2025 | KPK mulai menyidik kasus dugaan korupsi kuota haji |
| 9 Januari 2026 | Yaqut Cholil Qoumas dan Gus Alex ditetapkan sebagai tersangka |
| 27 Februari 2026 | KPK terima hasil audit BPK |
| 4 Maret 2026 | KPK umumkan kerugian negara mencapai Rp622 miliar |
| 12 Maret 2026 | Yaqut ditahan di Rutan KPK |
| 17 Maret 2026 | Gus Alex ditahan |
| 19 Maret 2026 | Yaqut dialihkan ke tahanan rumah (permohonan keluarga) |
| 24 Maret 2026 | Yaqut kembali ditahan di Rutan KPK |
| 30 Maret 2026 | Dua tersangka baru: Ismail Adham & Asrul Aziz Taba |
| 13 April 2026 | KPK sita 1 juta dolar AS dari perantara ZA untuk Pansus Haji |
Daftar Tersangka Kasus Kuota Haji
| Tersangka | Peran | Status |
|---|---|---|
| Yaqut Cholil Qoumas | Mantan Menteri Agama | Ditahan di Rutan KPK |
| Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex) | Staf Khusus Menteri Agama | Ditahan di Rutan KPK |
| Ismail Adham | Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) | Tersangka |
| Asrul Aziz Taba | Ketua Umum Kesthuri | Tersangka (berada di Arab Saudi, dalam koordinasi) |
Fakta Tambahan
Sebelumnya, KPK telah mengumumkan bahwa kerugian keuangan negara dalam kasus ini mencapai Rp622 miliar. Kasus ini bermula dari dugaan penyimpangan pembagian 20.000 kuota haji tambahan yang diberikan Arab Saudi kepada Indonesia.
Seharusnya, kuota tersebut dibagi 50% untuk haji reguler dan 50% untuk haji khusus. Namun, porsi haji khusus melonjak drastis, merugikan jemaah haji reguler yang telah menunggu puluhan tahun.
Penyitaan 1 juta dolar AS yang diduga untuk Pansus Haji DPR menjadi babak baru dalam pengusutan kasus dugaan korupsi kuota haji. KPK kini akan mendalami apakah uang tersebut benar-benar ditujukan untuk mempengaruhi pansus dan siapa saja pihak yang terlibat. Publik menanti langkah selanjutnya dari lembaga antirasuah. (**)