Kasus di Lombok Timur menjadi pengingat bahwa program strategis pemerintah tidak hanya membutuhkan anggaran dan pelaksanaan yang baik, tetapi juga perlindungan dari praktik-praktik yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat.
Di tengah antusiasme publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis, aparat penegak hukum kini dituntut mengusut tuntas dugaan penipuan tersebut agar kepercayaan masyarakat tidak ikut menjadi korban.
Sebab pada akhirnya, yang dibutuhkan masyarakat adalah dapur yang benar-benar memasak makanan bergizi untuk anak-anak, bukan dapur janji yang memasak harapan lalu menyajikannya sebagai tagihan.*****
Artikel Terkait
Kriminalisasi Kebijakan BUMN Jadi Sorotan: Direksi Diminta Berani Ambil Risiko, Tapi Jangan Sampai Bernasib di Kursi Terdakwa
Putusan MK soal Kuota Perempuan 30 Persen: Parpol Mendadak Rajin Menghitung Gender, Demokrasi Didorong Pakai Kalkulator
Rekening Diblokir DJP, Wajib Pajak Mendadak Akrab dengan Mobile Banking yang Tak Bisa Dibuka
Berikut Cara Bikin SIM Digital: Polisi Kini Tak Cuma Tilang di Jalan, Tapi Juga Masuk ke Dalam Smartphone
Kasus Dugaan Persetubuhan di Malang: Saat “Teman Dekat” Tak Lagi Aman dan Pintu Rumah Jadi Awal Trauma
Siap-siap Operasi Patuh 2026: Polisi Siap Berburu “Ninja Aspal” Penutup Pelat Nomor Anti-ETLE
Bareskrim Geledah PT MMS, Drama Ekspor Sawit Murah di Atas Kertas Mulai Masuk Babak Penyidikan
TNI Urus Begal? DPR Ingatkan Polisi Jangan Sampai Kehilangan Pekerjaan Utamanya
Kontroversi Film "Pesta Babi", Tokoh Adat Papua Laporkan Dugaan Penggunaan Wajah Tanpa Izin ke Polda Metro Jaya
KPK Bongkar Dugaan ‘Politik Outsourcing’ Fadia Arafiq: Pekerjaan Diduga Jadi Tiket Loyalitas, Pilkada Berubah Seperti Perpanjangan Kontrak