hukum

Pertanyaan Besar tentang Prioritas dan Transparansi Politik Indonesia, Pengesahan UU TNI Tenggelamkan RUU Perampasan Aset dan RUU TPKS

Sabtu, 22 Maret 2025 | 19:27 WIB
Ilustrasi

LOCUSONLINE, GARUT - Prioritas dan Transparansi Politik Indonesia: Pengesahan RUU TNI yang berlangsung cepat dan relatif tanpa banyak perdebatan di ruang publik menimbulkan pertanyaan besar tentang prioritas dan transparansi dalam politik Indonesia. Sabtu, 22 Maret 2025

Bagaimana bisa DPR dengan cepat mengesahkan RUU TNI, sementara RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) dan RUU Perampasan Aset, yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat, menghadapi proses panjang dan penuh hambatan?

Kecepatan RUU TNI: Sebuah Kontras dengan RUU TPKS dan RUU Perampasan Aset

Proses legislasi di Indonesia sering kali berlarut-larut. Namun, kecepatan pengesahan RUU TNI kali ini mengejutkan banyak pihak.

Faktor-Faktor di Balik Kecepatan RUU TNI

- Dukungan Politik yang Solid: Revisi UU TNI tampaknya mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan DPR.

- Minimnya Pengawasan Publik: Pembahasan yang berlangsung cepat dan relatif tertutup membuat masyarakat kehilangan kesempatan untuk ikut berpartisipasi.

- Isu Keamanan Nasional sebagai Dalih: Alasan seperti modernisasi militer dan peningkatan profesionalisme TNI sering kali digunakan untuk mempercepat legislasi di sektor pertahanan.

Dugaan Hidden Agenda di Balik Kecepatan RUU TNI

- Ekspansi Peran Militer di Ranah Sipil: Revisi RUU TNI berpotensi meningkatkan peran militer dalam kehidupan sipil.

- Persiapan Jelang Pemilu dan Stabilitas Politik: Pemerintah berusaha memastikan "stabilitas" politik dengan memberikan lebih banyak ruang bagi TNI.

- Kompromi dengan Kelompok Tertentu: Ini bisa jadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga hubungan baik dengan pihak militer.

Mengapa RUU TPKS dan RUU Perampasan Aset Terhambat?

- RUU TPKS: Perlawanan dari kelompok konservatif, kurangnya urgensi di mata penguasa, dan minimnya urgensi dalam agenda politik.

- RUU Perampasan Aset: Resistensi dari elite politik, minimnya dorongan politik, dan kekhawatiran tentang potensi penyalahgunaan.

Kekhawatiran Para Aktivis dan Akademisi

Ratusan aktivis dan akademisi menyatakan penolakan terhadap revisi Undang-Undang TNI. Mereka menilai bahwa regulasi ini berpotensi melemahkan demokrasi dan mengarah pada kemunduran reformasi.

Implikasi terhadap Politik & Hukum di Indonesia

- Potensi Militerisasi dalam Pemerintahan: Risiko kembalinya dominasi militer dalam politik.

- Ketidakadilan dalam Prioritas Legislasi: RUU yang lebih berdampak bagi rakyat, seperti RUU TPKS dan RUU Perampasan Aset, sering kali terabaikan

- Meningkatnya Kecurigaan Publik terhadap DPR: Pergeseran fokus pada kepentingan elite dan pengesahan RUU tertentu dengan cepat semakin menurunkan kepercayaan publik terhadap DPR.

Pertanyaan Besar tentang Masa Depan Indonesia

Ketimpangan dalam pengesahan RUU dalam politik Indonesia menimbulkan berbagai pertanyaan tentang transparansi dan prioritas pemerintah dalam merumuskan regulasi.

Apakah Indonesia benar-benar semakin mendekat pada keadaan "Indonesia Gelap"? Apakah masyarakat yang semakin kritis dan aktif dalam mengawasi kebijakan pemerintah dan DPR dapat membawa perubahan? Apakah benar pengesahan ini merupakan langkah untuk memenuhi urgensi nasional atau ada faktor lain yang memengaruhi keputusan tersebut?

Editor: Bhegin

Tags

Terkini