Ia mengingatkan bahwa DPR merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi presidensial karena memiliki fungsi legislasi dan pengawasan terhadap pemerintah.
Jika DPR dibubarkan, kata dia, sistem check and balances dalam negara otomatis runtuh. Konsekuensinya bukan main-main karena harus mengubah konstitusi dan sistem ketatanegaraan nasional.
Bamsoet juga menekankan pentingnya semua elemen politik, baik elite negara maupun organisasi masyarakat, ikut meredam polarisasi.
Menurutnya, elite politik punya pengaruh besar karena ucapan mereka mudah memancing emosi publik. Sementara kelompok masyarakat sipil juga berperan menentukan arah opini di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa sejarah Indonesia dibangun lewat kompromi dan persatuan, bukan dengan memelihara permusuhan politik tanpa akhir.
Di tengah kondisi sekarang, publik memang mulai lelah melihat politik yang terus memecah belah. Setiap perbedaan pendapat berubah jadi perang tagar. Kritik dianggap kebencian. Dukungan dianggap buzzer. Bahkan penegakan hukum pun ikut dicurigai punya warna politik.
Ironinya, semua pihak mengaku paling cinta NKRI, tetapi setiap hari justru sibuk saling curiga dan saling membakar emosi di ruang publik.*****
Artikel Terkait
"Shut Up KDM" di GBLA Saat Tribun Bicara, Politik Diminta Turun dari Lapangan Persib
Gen Z Menjauh dari Politik? Saat Panggung Demokrasi Terlalu Kaku, Konsep “SENI” Ditawarkan agar Tak Sepi Penonton
Gara-Gara Artis Titi Kamal dan Irfan Hakim Warga Garut Kuras Tabungannya Untuk Bisnis Monstera Variegata
EA Sports Bagikan Kode Redeem FC Mobile Terbaru: Paket Pemain OVR 115 dan Jutaan Koin Gratis!
Demokrasi Versi Take Down : Amien Rais Bicara Kebebasan, Pemerintah Bicara Tombol Hapus
Demokrasi Indonesia Berjalan di Tempat: Pemilu Rutin Digelar, Arah Politik Masih Muter di Sini-Sini Aja
Perempuan di Politik Masih Kerja Lembur Tanpa Deadline, Nurul Arifin Sebut PR Kesetaraan Belum Tamat
Demokrasi Pancasila Butuh Servis Besar, Bambang Soesatyo Soroti Partai Politik yang Masih Sering Mogok di Tengah Jalan
Program MBG Disebut Bukan Alat Politik 2029 Katanya!, Amran Sulaiman: Anak Balita Belum Bisa Nyoblos Jadi Aman dari Kampanye
Drama Ade Armando dan Dilema PSI antara Kebebasan Kritik vs Stabilitas Politik