Meski tidak lagi duduk di Istana, nama Jokowi rupanya masih dianggap punya daya magnet elektoral dan sosial yang belum habis masa tayangnya.
Sejak purnatugas pada Oktober 2024, Jokowi memang lebih jarang tampil di depan publik. Dalam beberapa kesempatan, publik sempat menyoroti perubahan pada wajah dan lehernya yang terlihat mengalami pembengkakan serta perubahan warna kulit.
Kondisi itu memunculkan berbagai spekulasi di media sosial, termasuk rumor bahwa Jokowi mengidap Stevens-Johnson Syndrome (SJS), penyakit langka akibat reaksi alergi berat.
Namun, asisten pribadi Jokowi, Kombes Syarif Muhammad Fitriansyah, telah membantah kabar tersebut. Ia menegaskan kondisi yang dialami Jokowi hanya alergi kulit ringan dan bukan penyakit serius seperti yang ramai diperbincangkan publik.
Kini, dengan klaim kesehatan sudah 99 persen pulih, Jokowi tampaknya siap kembali turun ke lapangan. Bedanya, kali ini tanpa status presiden, tetapi tetap membawa modal paling penting dalam politik Indonesia: popularitas dan kedekatan dengan rakyat.*****