Jika biasanya bantuan kemanusiaan identik dengan logistik dan obat-obatan, kali ini para relawan justru mendapat bonus pengalaman berupa interogasi dan kekerasan fisik.
Pemerintah Indonesia bersama sembilan negara lain juga mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keras tindakan Israel terhadap armada kemanusiaan tersebut. Para Menteri Luar Negeri menilai intervensi terhadap kapal sipil di perairan internasional merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Di tengah meningkatnya konflik Gaza, aksi solidaritas Global Sumud Flotilla menjadi simbol bahwa sebagian masyarakat dunia masih percaya kemanusiaan tidak boleh kalah oleh blokade dan moncong senjata.
Sementara itu, publik Indonesia ramai memberikan dukungan kepada para relawan yang dianggap mempertaruhkan keselamatan demi misi kemanusiaan untuk Palestina.
Kini sembilan WNI itu telah kembali ke rumah masing-masing. Namun kisah mereka menjadi pengingat bahwa di dunia modern, membawa bantuan kemanusiaan ternyata bisa dianggap lebih berbahaya daripada membawa rudal.*****