Namun, fakta di lapangan berkata lain. Ribuan warga menyerbu lokasi sejak siang hari, Jumat 18 Juli 2025, berharap dapat menikmati hidangan yang diyakini disediakan untuk rakyat. Desakan dan kekacauan pun pecah. Akibatnya, 26 orang luka-luka dan tiga nyawa melayang:
Vania Aprilia, bocah 8 tahun
Dewi Jubaedah, nenek 61 tahun
Bripka Cecep Saeful Bahri, anggota polisi yang gugur saat menyelamatkan warga
Baca Juga : Apa Mulai Pikun? Dedi Mulyadi Pilih Cuci Tangan di Tengah Tragedi Pesta Pernikahan Anaknya
Miskomunikasi atau Miskemanusiaan?
Putri menyebut insiden ini terjadi karena “miskomunikasi” dan “kesalahan sistem.” Ia berdalih sudah mewanti-wanti panitia agar tidak menutup akses jalan.
Namun publik bertanya:
Bagaimana mungkin dua pejabat publik, dengan anggaran dan kekuasaan sebesar itu, tidak mampu mengelola satu kegiatan yang mengundang massa dalam jumlah besar?
Jika rakyat bisa mati karena kesalahan sistem, siapa yang menanggung nyawa itu?